Selasa, 13 September 2011

Rangkuman Geografi Semester VI


BAB 3
*Pengertian desa antara lain disampaikan oleh ahli berikut ini
a.      William Ogburn,1953. Desa adalah keseluruhan organisasi kehidupan sosial pada suatu wilayah dengan batas-batas tertentu
b.      Bintarto,1989. Desa adalah hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan lingkungannya. Lingkungannya yang dimaksud meliputi unsur-unsur fisiografis,sosial,ekonomi,politik,dan kultur yang saling berinteraksi.
c.       UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang emiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan di hormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.    *Ciri – ciri desa yang bersifat umum adalah sebagai berikut
a.      Letak desa umumnya sangat dekat dengan pusat wilayah usaha tani.
b.      Sesuai dengan wilayahnya, kegiatan ekonomi yang dominan adalah bidang pertanian.
c.       Corak kehidupan masyarakatnya ditentukan oleh fakto penguasaan tanah
d.      Terjadinya kontrol sosial yang bersifat personal atau pribadi dalam bentuk tatap muka.
e.      Ikatan sosial masyarakatnya sangat kuat sebagai suatu paguyuban (gemeinschaft).
3.     *Menurut Direktur Jendral Pembangunan Desa yang dikutip oleh N. Daldjoeni (1998), wilayah desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut
a.      Perbandingan antara luas lahan dan manusia (man-land ratio) cukup besar. Lahan di perdesaan lebih luas dari pada jumlah penduduk sehingga kepadatan penduduknya kecil
b.      Lapangan kerja yang dominan tersedia adalah agraris
c.       Hubungan antar warga desa sangat akrab
d.      Penduduk masih bersifat tradisional (masih mempertahankan tradisi lama)
4.    * Menurut Rouceck dan Warren, masyarakat desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut
a.      Suatu kelompok penduduk yang dibentuk berdasarkan faktor geografis
b.      Kelompok penduduk yang memiliki mata pencaharian utama di daerah tertentu dan memiliki peran yang cukup besar
c.       Komunikasi keluarga terjalin secara langsung, mendalam, dan informal
d.      Hubungan antar masyarakat bersifat kekeluargaan
e.      Tingkat mobilitas penduduk rendahm baik mobilitas horizontal (perpindahan tempat) maupun mobilitas vertikal (status sosial)
5.    * Potensi desa adalah kemampuan, daya, atau kekuatan yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan dalam wilayah otonomi desa.
6.     *Terdapat empat tataruang wilayah perdesaan, yaitu memanjang menyusuri pantai, terpusat, linier di dataran rendah, dan mengelilingi fasilitas tertentu
7.      *Pengertian kota antara lain sebagai berikut
a.      Bintarto. Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis
b.      Max Weber. Suatu tempat dapat disebut kota jika sebagian besar penduduknya telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dari pasar setempat
8.    *  Ciri-ciri kota antara lain berikut ini
a.      Adanya tempat-tempat khusus untuk pasar dan pertokoan
b.      Adanya tempat-tempat untuk parkir
c.       Adanya tempat-tempat rekreasi dan olahraga
9.   *   Perkembangan kota pada umumnya melalui tahap-tahap tertentu,sebagai berikut
a.      Menurt Griffith Taylor: stadium infantile, stadium juvenile, stadium mature, stadium senile
b.      Menurut J. M. Houston : stadium pembentukan inti kota, stadium formatif, dan stadium modern
10.*  Perkembangan kota, baik secara fisik maupun secara sosial budaya dikemukakan oleh Lewis Munford.   *Menurutnya perkembangan kota meliputi 6 tahap, yaitu tahap eopolis, polis, metropolis, megalopolis, trianopolis, dan nekropolis
11. * Pengertian interaksi menurut Yoseh S. Rouceck (1963) adalah proses yang sifatnya timbal balik dan mempnyai pengaruh terhadap perilau dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, berita yang didengar, atau surat kabar
BAB 4
1.     * Ilmu tentang wilayah pertama kali diperkenalkan oleh Walter Isard pada tahun 1950-an. Ilmu tentang wilayah menurut Isard bertujuan menggabungkan tiga disiplin ilmu, yaitu ekonomi, geografi, planologi
2.      *Wilayah adalah sebagian permukaan bumi yang dapat dibedakan dalam hal-hal tertentu dari daerah sekitarnya
3.     * Konsep wilayah antara lain sebagai berikut
a.      Wilayah alamiah
b.      Wilayah kenampakan tunggal
4.      *Whittlessey membagi region menjadi tiga jenis, yaitu region topik tunggal, region topik gabungan, dan total region
5.      *Perwilayahan merupakan cara kerja dalam mengelompokkan wilayah-wilayah yang serupa atau memiliki ciri-ciri yang sama ke dalam suatu kelompok wilayah
6.      *Generalisasi adalah upaya membagi permukaan bumi menjadi beberapa bagian dengan cara mengubah atau menghilangkan bagian-bagian yang dianggap kurang penting
7.      *Klasifikasi wilayah adalah upaya membagi permukaan bumi secara sistematis menjadi kelompok-kelompok wilayah tertentu berdasarkan keseragaman sifat yang ada pada wilayah tersebut
8.      *Pusat petumbuhan adalah wilayah yang tingkat pertumbuhannya sangat  cepat dan dapat dijadikan pusat pembangunan sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wilayah sekitarnya
9.     * Teori kedudukan pusat dikemukakan oleh Walter Christaller pada tahun 1933. Teori yang dikenal sebagai central place thory tersebut menjawab tiga permasalahan utama, yaitu faktor-faktor yang menentukan banyaknya, besarnya, dan persebaran kota
BAB 5
1.     * Keadaan masyarakat diseluruh dunia sampai abad ke-16 relatif sama, tidak ada negara yang terbelakang. Setelah terjadinya revolusi industri pada abad ke-17 barulah perubahan sangat cepat juga terjadi
2.      *Menurut W. W. Rostow perkembangan negara dapat dilihat berdasarkan 5 tahap, yaitu tahap masyarakat tradisional, tahap parkondisi lepas landas, tahap lepas landas, tahap gerak menuju kematangan, tahap konsumsi massa tinggi
3.     * Indikator-indikator yang digunakan untuk mengetahui perkembangan pembangunan suatu negara adalah pendapatan nasional, pendapatan per kapita, indeks mutu hidup, indeks pembangunan manusia, dan pemenuhan kebutuhan pokok
4.     * Pendapatan nasional adalah nilai produksi barang-barang dan jasa yang dihasilkan dalam sistem perekonomian selama lima tahun
5.     * Negara maju adalah sebuah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan dan kualitas hidup yang tinggi
6.     * Ciri-ciri negara maju antara lain
a.      Sebagian besar pendapat negara berasal dari bidang industri
b.      Pendapatan perkapita tinggi
c.       Angka pertumbuhan dan kematian penduduk rata-rata kecil
d.      Tingkat pendidikan penduduk rata-rata tinggi
e.      Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
7.    *  Ciri-ciri negara berkembang antara lain
a.      Aktivitas sebagian besar penduduknya dalam bidang pertanian
b.      Adanya pengangguran tersembunyi dan kurangnya kesempatan kerja di luar bidang pertanian
c.       Modal per orang kecil
d.      Pendapatan per orang rendah sehingga tingkat kebutuhan hidupnya rendah
e.      Tabungan sedikit bagi sebagian besar masyarakat

Senin, 12 September 2011

Tugas 1 : Autobiografi 2 Tahun di SMA


Nama saya Ferdie Reinaldo dan saya akan menceritakan kisah hidup saya selama saya bersekolah di SMA labschool kebayoran. Pertama kali saya masuk ke SMA Labschool Kebayoran adalah pada tahun 2009 ketika itu saya baru lulus dari SMP Labschool Kebayoran dan memutuskan untuk mengikuti pembelajaran di SMA Labschool Kebayoran karena NEM saya tidak mencukupi untuk memasuki SMA Negeri pilihan saya yaitu SMAN 8. Bisa dibilang saya masuk SMA Labschool Kebayoran itu sebuah keberuntungan yang tidak saya kira. Sebelum saya melaksanakan ujian nasional SMP saya sudah memutuskan untuk tidak mendaftar pada SMA swasta manapun dan hanya mengharapkan pada nilai NEM saya, pada saat itu waktu pendaftaran untuk SMA Labschool Kebayoran sudah hampir habis tetapi saya tidak begitu memikirkannya karena saya sudah memutuskan. Namun pada hari terakhir batas pendaftaran untuk masuk SMA Labschool Kebayoran, waktu itu sedang pelajaran pa dan wali kelas saya menanyakan kepada saya kalau saya sudah daftar ke sekolah apa belum namun setelah saya mengatakan bahwa saya memang tidak merencanakan untuk mendaftar pada SMA swasta manapun termasuk SMA Labschool Kebayoran wali kelas saya pun membujuk saya untuk setidaknya mendaftar pada SMA Labschool Kebayoran dan  saya pun akhirnya memutuskan untuk mendaftar pada hari terakhir itu. Itupun semuanya serba instan bahkan karena saya tidak mempunyai pas foto saya harus datang ke fujifilm di dekat sekolah untuk mengambil pas foto dan langsung kembali ke sekolah untuk mengisi formulir pendaftaran dan ternyata hari itu adalah hari yang menentukan saya sekarang berada di sekolah ini karena setelah selesa ujian nasional dan hasilnya diumumkan, nem saya tidak mencukupi untuk masuk ke SMAN 8 dan akhirnya pun saya kembali bersekolah di Labschool Kebayoran.

Ketika awal sekolah pasti ada masa orientasi siswa, karena saya juga sudah pernah mengalami masa orientasi yang sama dengan waktu di SMP jadi saya sudah tidak mempermasalahkan lagi apalagi masa orientasi di SMA berlangsung lebih sebentar dari sewaktu saya di SMP ketika di SMP saya pulang bisa sampai jam lima sore dan untungnya di SMA selain harinya lebih sedikit saya juga bisa pulang lebih cepat yaitu sekitar jam tiga sore. Selama MOS saya mengikutinya dengan biasa-biasa saja. Setelah masa orientasi lewat saya memasuki masa-masa kelas sepuluh. Pada waktu itu saya berada di kelas sepuluh a dengan wali kelas Pak Yusuf. Pada masa kelas sepuluh ktia selalu dibayang-bayangi dengan penjurusan, pertamanya saya masih tidak bisa menetukan saya akan memilih jurusan ipa atau ips namun saat memasuki semester 2 saya telah meniatkan untuk masuk ke jurusan ipa karena saya tidak begitu menyukai jurusan ips. Semasa kelas sepuluh kita dihadapi dengan banyak sekali kegiatan-kegiatan sekolah mulai dari pra to, to, bintama, dan studi lapangan. Pada saat pra to adalah salah satu kegiatan yang tidak ingin saya ulangi kedua kali sebagai peserta, karena tiga hari pra to itu sangatlah melelahkan, dimana kita menyiapkan segala sesuatu untuk to yang akan datang kita diharuskan untuk mengikuti semua kegiatan dengan baik. Persiapan-persiapan yang kita harus lakukan adalah mengecat tongkat dan membuat nametag yang sangat rumit dan susah. Namun setelah melewati tiga hari yang sangat melelahkan tersebut kitapun akhirnya bisa tenang dan tinggal menunggu to-nya saja. TO sendiri dilaksanakan di Purwakarta selama satu minggu. Pada sat TO saya tidak begitu bersemangat karena ingin cepat-cepat pulang, saya tidak begitu banyak mengenang TO karena selama TO saya lebih sering berada di rumah orang tua asuh saya dan tidur-tiduran saja, namun ada satu kegiatan TO yang sangat menguras tenaga dan itu adalah penjelajahan dimana kita berkelompok harus melewati berbagai rintangan dan pos-pos kakak osis dengan jarak tempuh yang sangat jauh. Itu dimulai pagi hari dan saya baru kembali ke desa dimana kita tinggal pada sore hari dan saya merasa sangata lelah pada hari itu begitu juga dengan semua yang mengikuti kegiatan itu. Seselasainya TO kita pun bisa beristirahat kembali di rumah masing-masing. Namun setelah kegiatan to masih ada kegiatan studi lapangan yang menunggu, tetapi studi lapangan itu bisa dibilang seperti rekreasi bersama angkatan kalau dikurangi dengan tugas-tugas kelompok yang sudah dibagikan. Selama studi lapangan karena kita kelas sepuluh jadi kita pergi menuju bandung dan hanya selama 2 hai, walaupun kita mendatangin berbagai tempat-tempat untuk melaksanakan tugas seperti halnya museum dan sebagainya namun kita masih dapat berwisata pada malam harinya dan membeli berbagai macam cinderamata dan suvenir. Sepulangnya dari studi lapangan kita diharuskan membuat makalah yang merangkum seluruh tugas-tugas yang harus kita buat pada saat itu. Untung kelompok saya rajin-rajin jadi saya tidak perlu mengerjakan tugas yang berat-berat dan akhirnya tugasnya pun selesai tepat waktu.

Setelah studi lapangan kita dihadapkan pada satu rintangan lagi apalagi bagi para alumni SMP Labschool Kebayoran yaitu BINTAMA, karena pada saat kita SMP kita juga melaksanakan program pelatihan seperti ini namun pada saat itu kita dilatih oleh marinir di Cilandak dan itu bagaikan tinggal di neraka selama 6 hari yang merupakan mimpi buruk bagi semua alumni angkatan 6 SMP Labschool Kebayoran. Hal ini mungkin terus diingat oleh para alumni dan kita menyangka akan melewati hal yang sama atau bahkan lebih parah ketika kita melaksanakan bintama karena kita sudah SMP, yang SMP saja sudah separah itu bagaimana dengan saat SMA itu yang saya pikirkan sebelum melaksanankan BINTAMA, walaupun kita dilatih di tempat yang berbeda dengan kopassus di Banten namun saya tetap teringat saat melaksanakan BIMENSI. Tetapi ternyata BINTAMA jauh lebih enak dan menyenangkan dibandingkan dengan BIMENSI sayapun sangat lega dengan hal ini. 6 hari pelatihan pun lewat dengan menyenangkan dan tidak membawa trauma seperti saat kita pulang dari BIMENSI, walaupun BINTAMA tidak seberat BIMENSI kalau disuruh mengulang lagi saya pun ogah.

Setelah BINTAMA kita dihadapi dengan penjurusan dan sayapun berhasil masuk ke jurusan IPA dengan rata-rata nilai ipa sebesar 71.9 dan saya bersyukur akan hasil ini walaupun rata-ratanya tidak bagus-bagust amat. Naiknya ke kelas sebelas saya pun masuk ke kelas sebelas ipa tiga dengan wali kelas Pak Edi. Pada awalnya saya masuk ke jurusan ipa saya syok dengan pembelajarannya karena tidak bisa mengikuti dengan baik dan mendapat banyak remedial, namun akhirnya saya bisa mengikuti pembelajaran di pertengahan semester 1 dengan bukti remedial saya berkurang walaupun masih ada tentunya. Sayapun mendapat ranking 14 saat semester 1 dan saya lumayan senang dan bangga dengan hasil itu karena saya tidak rajin-rajin amat dalam belajar dan saya baru bisa mengikuti pembelajaran dari tengah semester namun saya mendapat ranking di 15 besar. Saat kelas sebelas kita juga melaksanakan studi lapangan lagi namun kali ini lebih lama dan tentunya lebih menyenangkan. Kita pergi ke Yogyakarta selama tiga hari dan bisa dibilang itu rekreasi yang sangat menyenangkan bersama angkatan. Karena disana kita diberi lebih banyak waktu bebas bahkan waktu berbelanja yang sangat lama saat kita dilepas di malioboro untuk berbelanja suvenir dan cinderamata. Tempat penginapannya pun sangat nyaman karena kita menginap di hote dengan fasilitas yang mencukupi tidak seperti saat kita kelas sepuluh. Setiap sarapan pun kita dikasih buffet dan kita pun bisa makan sepuasnya. Tiga hari di Yogyakarta sangat menyenangkan walaupun tetap ada tugas studi lapangan yang harus dikerjakan setelahnya tetapi kelompok saya berhasil mengerjakannya dengan baik. Semester dua pun siap kita lalui, namun saat semester dsua saya juga tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan sangat baik dan mendapatkan banyak remedial bahkan nilai ulangan tengah semester saya pun tidak bagus banyak yang tidak tuntas. Hal-hal ini membuat target ulangan akhir semester saya semakin besar dan saya harus berusaha lebih giat lagi, pada waktu itu pun saya tidak dapat mempersiapkan diri dengan baik saat ujian akhir semester berlangsung sampai-sampai saya pernah kesiangan berangkat dari rumah dan bahkan menabrak motor ditengah jalan yang menyebabkan saya tidak bisa konsentrasi dengan baik saat ulangan. Tetapi saya dapat lulus dan naik ke kelas dua belas walaupun nilai IPA saya tidak di atas tujuh puluh semuanya namun saya tetap bersyukur karena dapat lulus dan naik ke kelas dua belas. Sekarang saya sedang menduduki kelas dua belas dan berada di kelas dua belas ipa satu. Sedang berusaha untuk mengikuti pelajaran dengan baik sambil mengikuti bimbingan belajar juga dibebani pikiran tentang kuliah, kelulusan, dan karya tulis.

Kegiatan ekstrakulikuler saya di sekolah hanya diisi dengan satu kegiatan yaitu sepak bola/futsal, saya baru mengikuti ekskul ini di masa SMA karena sewaktu SMP saya tidak begitu menyukai sepak bola beda halnya saat SMA dimana saya menjadi peminat bola dan pendukung Liverpool. Saya mengikuti ekskul futsal dari dimulai pembelajaran kelas sepuluh sampai sekarang, setidaknya saya pernah mengikuti kompetisi futsal yang diadakan sekolah saya yaitu sky battle walaupun tim saya tidak lolos fase grup tetapi tetap bisa mengikuti sebuah kompetisi. Karena sekarang sudah kelas dua belas maka kegiatan ekskul pun harus dikurangi mau tidak mau karena kita akan terhalangi mungkin oleh pendalaman materi ataupun bimbingan belajar, walaupun saat kelas dua belas ekstrakulikuler sudah tidak wajib lagi untuk diikuti namun saya masih mengikutinya karena saya senang bermain bola juga sekedar untuk melepas stres dengan bermain bola.
Inilah sekilas kehidupan 2 tahun saya di SMA Labschool Kebayoran.

Dua Tahun di Labsky

Juli 2009, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Labschool Kebayoran. Awalnya merupakan pilihan yang cukup sulit bagi saya, karena saya berada di antara 2 pilihan; melanjutkan ke SMA Labschool, atau memilih ber-sekolah di salah satu sekolah unggulan SMAN 8. Alhamdulillah pada saat itu NEM saya mencukupi untuk bisa masuk sekolah tersebut, namun tepat di hari pendaftaran, saya sedang berada di luar negeri, sehingga tidak memungkinkan untuk bisa mendaftar di sekolah tersebut. Mungkin memang itu jalan yang Tuhan beri, dan sampai detik ini saya tidak menyesali keputusan tersebut. Sebelumnya mengikuti tes regular di SMA Labschool Kebayoran, saya sempat mengikuti tes jalur khusus di SMP Labschool Kebayoran, namun saya belum dapat diterima di SMA Labschool Kebayoran melalui jalur tersebut, sehingga saya mencoba lagi di tes regular dan Alhamdulillah bisa lulus.


Tahun pertama di SMA Labschool Kebayoran merupakan masa-masa yang tidak dapat saya lupakan. Diawali dengan Masa Orientasi Siswa, MOS di SMA tidak jauh berbeda dibandingkan dengan MOS yang pernah saya lakukan sewaktu SMP, sehingga tidak banyak hal baru yang perlu disesuaikan. Awalnya sangat sulit untuk saya masuk kembali ke sekolah, apalagi setelah liburan yang cukup panjang pasca UAN SMP. Disibukkan kembali dengan budaya Labschool yaitu membuat nametag yang cukup rumit, namun semua itu bisa terselesaikan akibat dari kerja sama kelompok. Memasuki lingkungan yang baru, berarti juga mengenal orang-orang baru. Awalnya belum banyak murid-murid yang saya kenal, khususnya murid baru yang berasal dari SMP non Labsky, namun seiring waktu berjalan kami saling mengenal satu sama lain.
Bersama teman-teman XA

Pada saat itu saya masuk ke kelas XA, dengan wali kelas Pak Yusuf (guru mata pelajaran kimia), dan juga bersama teman-teman dekat saya Daviatri, Sabrina, Arindra, Sandrina, dan masih banyak lagi. Saya sangat bersyukur bisa masuk ke kelas tersebut, karena dengan bantuan dan motivasi dari wali kelas dan tentunya teman-teman saya, saya berhasil masuk ke kelas IPA di kelas XI. Awalnya memang cukup sulit bagi saya menyesuaikan pelajaran di SMA, karena sangat berbeda dengan pelajaran di SMP, tapi lama-kelamaan saya berusaha untuk menyesuaikan diri. Di kelas X, saya juga berkesempatan menjadi salah satu pengurus MPK Balaprawira Cakradarmatha Komisi Dana & Logistik.
Dazzling @ Skylite

Di tahun ajaran baru, terdapat kegiatan yang disebut Expo Ekstrakurikuler, dimana kita bisa memilih ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat kita. Pada saat itu kebetulan saya memilih ekskul modern dance dan tergabung dalam team DAZZLING, bersama Dama, Della, Avi, dan teman-teman lainnya. Dengan latihan rutin setiap hari Jumat, kami sering ikut dalam perlombaan serta tampil di berbagai macam acara. Mulai dari Sky Battle, Sky Avenue, serta acara-acara di luar sekolah. Selain itu, kami juga berkesempatan membawa pulang beberapa piala untuk sekolah kita tercinta, Labschool Kebayoran.
Trip Observasi

Tahun pertama memasuki sekolah menengah atas merupakan masa-masa pembinaan dimana disediakan banyak sekali kegiatan sekolah, seperti pesantren Ramadhan, pra-TO, TO, Lapinsi, TPO, Bintama, dan lain-lain. Kegiatan yang paling berkesan dan tidak bisa saya lupakan adalah pra-TO dan TO. Kami angkatan ke-9 dibina oleh kakak-kakak OSIS Ksatrianala Saghrayudha dan MPK Balaprawira Cakradarmatha. Di pra-TO kami mengikuti kegiatan PBB, membuat nametag, mengecat tongkat, siaga tongkat, dan yang paling berkesan adalah Barikade. Di pra-TO tersebut juga, kami angkatan ke-9 bisa bergabung menjadi satu kesatuan yang kokoh dengan nama Nawa Drastha Sandyadira atau disingkat Nawastra. Di kegiatan TO, kami berkesempatan untuk menetap 5 hari di sebuah desa di Purwakarta, disana kami banyak sekali belajar hal-hal baru. Selama berada di Purwakarta, kami dibagi kedalam beberapa kelompok, setiap kelompok tersebut tinggal di rumah penduduk. Kelompok tersebut memiliki ketua kelompok dan didampingi oleh kakak-kakak pendamping dari OSIS. Di TO terdapat berbagai macam kegiatan seperti presentasi PDP, Pensi, api anggun, dan masih banyak lagi.
Study-tour Bandung

Kami juga sempat mengikuti kegiatan study-tour ke Bandung, disana kami mengunjungi Museum Geologi, tempat wisata Ciateur, mengunjungi pabrik-pabrik, dan lain-lain. Malamnya, kami mengadakan acara angkatan yaitu malam keakraban, disana kami berkesempatan untuk saling sharing antar satu dengan yang lainnya.
OSIS Dranadaraka Wiraksaka

Di pertengahan hingga penghujung kelas X, terdapat pembinaan seperti Lapinsi dan TPO sebagai sarana penyaringan untuk pemilihan calon pengurus OSIS untuk periode yang akan datang. Semua tahap tersebut saya laksanakan dan Alhamdulilah bisa terpilih menjadi salah satu pengurus OSIS Dranadaraka Wiraksaka yang diketuai oleh Nabel Ihsan Muhammad. Di dalam OSIS tersebut, saya dipercayakan untuk menjabat sebagai Koordinator Seksi Dana & Logistik, dengan anggota-anggota saya yaitu Radityo, Adella, Heza, Nabiella, Fatria, dan Sarita. Di penghujung kelas X, ditutup dengan kegiatan pelatihan Bintama bersama Kopasus. Selama 5 hari kami menginap, dilatih oleh para kopassus. Mulai dari makan komando, pelatihan baris-berbaris, dan lain sebagainya.
Bersama sahabat-sahabat di XI IPA2
XI IPA 2

Memasuki tahun kedua di SMA Labschool Kebayoran, saya berhasil masuk ke kelas IPA dan tergabung di kelas XI IPA 2, wali kelas saya Pak Yusuf Effendi kembali. Disana, saya bertemu sahabat-sahabat saya Nabiella, Fatria, Tsara, Danto, Ewin, Homie, Dito, tak lupa teman-teman saya yang lain Fitri, Diannisa, Elvira, Tyas, Yuscha, dan lain-lain. Di kelas XI ini, terutama di kelas IPA, saya merasakan persaingan yang cukup ketat, dimana pelajarannya semakin sulit dan saling berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai sebaik mungkin. Kelas XI merupakan masa-masa terindah selama saya berada di SMA. Kalau kelas X saling berlomba-lomba mendapatkan jurusan yang diinginkan dan dikelas XII berjuang untuk ujian, kita beranggapan di kelas XI seperti tidak memiliki beban. Meskipun justru di kelas XI kami juga menjalankan banyak sekali kegiatan-kegiatan sekolah. Saya dan teman-teman OSIS lainnya berkesempatan untuk mengikuti Trip Observasi kembali. Kali ini bukan menjadi peserta melainkan menjadi kakak pendamping. Kegiatan ini sangatlah menyenangkan sehingga kami tidak keberatan untuk mengikuti kegiatan tersebut kembali.
Study Tour Jogjakarta

Di bulan Januari 2011, kami berkesempatan untuk melaksanakan study-tour ke Jogjakarta. Selama 3 hari 2 malam kami menginap di Jogja. Disana kami mengunjungi Malioboro, Candi Prambanan, serta tempat-tempat lainnya sebagai objek studi.  

Memasuki semester ke 2 di kelas XI, kami mulai disibukkan dengan program kerja-program kerja besar seperti Sky Battle dan Sky Avenue. Untuk bisa menjalankan dua program kerja ini dengan sukses, kita membutuhkan waktu dan tenaga yang melelahkan. Hambatan utama dalam program kerja besar adalah dana, karena suatu program yang besar membutuhkan dana yang besar pula. Namun atas seluruh kerja keras panitia, hambatan-hambatan tersebut bisa teratasi. Dan Alhamdulilah kami bisa mengadakan kedua acara tersebut dengan sukses. Persiapan untuk Sky Battle dan Sky Avenue masing-masing kurang lebih 3 bulan.

Sekarang saya sudah berada di tahun ke-tiga SMA, dan menduduki bangku kelas XII. Sebentar lagi akan disibukkan dengan persiapan-persiapan mengikuti berbagai macam ujian, baik ujian sekolah maupun ujian nasional. Selain itu, kami juga akan mengikuti tes-tes perguruan tinggi. Nawastra akan berjuang bersama-sama dan Insya Allah lulus 100%!

Dua Tahun di SMA Labschool Kebayoran

Nama saya Sheila Amalia Saleh, saat ini saya telah berumur 18 tahun, murid dari kelas XII IPA 1. Sudah tiga tahun yang lalu yaitu pada tahun 2008, sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di SMA Labschool Kebayoran. Saya yang berasal dari SMP Labschool Kebayoran tidak merasa begitu asing ketika memasuki lingkungan SMA Labschool Kebayoran yang gedungnya bersebelahan dengan gedung SMP. Rasanya seperti naik kelas karena hampir setengah dari jumlah satu angkatan berasal dari SMP labschool kebayoran juga seperti saya. Namun saya tetap bersemangat mengingat akan bertambah banyak teman baru, aktifitas baru, lingkungan baru, pengalaman baru dan dunia baru.

Awal-awal masuk kelas sepuluh, yaitu di awal bulan Juli, satu angkatan heboh dengan kegiatan MOS yang berlangsung selama tiga hari. Para peserta dibuat sibuk dengan ketentuan dan syarat menjadi peserta MOS yang ditentukan oleh OSIS dan para guru. Pada saat itu OSIS MPK yang menjabat adalah angkatan enam atau kakak kelas tiga. Setiap siswa laki-laki wajib memotong rambutnya dengan panjang yang ditentukan sekitar sepatu nol sampai sepatu dua, sementara setiap siswi sibuk mengumpulkan aksesoris rambut yang ditentukan dari mulai bentuk dan warna juga harus seragam. Setiap kelompok dari satu angkatan di bagi antara 14 sampai 15 orang, saya masuk ke kelompok satu yang nantinya di akhir kegiatan kelompok kami terpilih sebagai kelompok terbaik. Setiap kelompok sibuk membuat nametag dengan bentuk yang ditentukan para OSIS, dimana bentuk dan warna tersebut memang dirancang sedemikian rumitnya, belum lagi para OSIS menyiapkan teka teki dalam menentukan menu makanan setiap harinya untuk satu angkatan. Kadang sulit dicari kadang kami salah mengartikan teka-teki tersebut. Lalu pada hari-hari berlangsungnya MOS kami dibiasakan dengan kegiatan olahraga lari pagi yang menjadi kegiatan rutin setiap jumat pagi, makan komando, baris berbaris, tampil didepan, dan menghadiri berbagai macam presentasi. Para OSIS bertugas menertibkan dan mengatur berlangsungnhya acara MOS, dari mereka kami didisiplin kan, di ajak nyanyi menari, di ajak serius, dan lain-lain. Dengan sendirinya para peserta menjadi saling kenal dan dekat satu sama lain. Begitu pula antar peserta, guru dan anggota OSIS MPK. Setiap rasa canda, tawa, haru, gelisah, sedih, kesal, senang menjadi kenangan awal kami bersekolah di SMA Labschool Kebayoran.

Kemudian masuklah masa masa awal masuk kelas sepuluh, dimana pembelajaran dimulai. Berkenalan dengan kelas baru yaitu X-A dan wali kelasnya Bu Novi. Di awal tahun jujur saja saya tidak merasa kelas ini akan menjadi sangat kompak satu sama lain, namun seiring berjalannya waktu, kami sering mengadakan acara diluar sekolah bersama-sama dimulai dari jalan bareng, ke puncak, ke dufan, buka puasa, mengunjungi rumah Bu Novi yang saat itu baru melahirkan, dan terus mengadakan acara jalan bersama yang tidak berhenti sampai refleksi kelas X-A yang pada saat itu kami adakan di Puncak, namun sampai tiga tahun kedepan! Kami menjadi bersahabat.

Saya sadari saat kelas sepuluh ini yang menentukan kontribusi-kontribusi apa yang akan saya berikan kepada sekolah di tiga tahun mendatang. Awalnya adalah menjadi murid yang baik dan tekun juga dalam meniti cita-cita maka saya berusaha untuk dapat masuk ke jurusan IPA di kelas dua, selain itu dengan menjadi anggota OSIS, lalu mengikuti beberapa lomba dan kegiatan yang diadakan SMA Labschool Kebayoran sendiri, mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dan komunitas sekolah, lalu diluar sekolah saya sudah berniat untuk mengikuti seleksi pertukaran pelajar yang diadakan oleh Bina Antar Budaya Indonesia sejak SMP yang memang hanya bisa diikuti dari kelas 10 saja.

Maka saya mulai dari mengikuti kegiatan-kegiatan seleksi untuk menjadi anggota OSIS diawali dari kegiatan wajib setiap murid kelas sepuluh yaitu pesantren, Pra-Trip Observasi, Trip Observasi, dan BINTAMA. Lalu bagi siswa untuk mengikuti seleksi anggota OSIS dan MPK yaitu Lapinsi (Latihan Kepempimpinan Siswa), TPO, dan Lari Lintas Juang sebagai tahap akhir. Untuk lolos seleksi para guru dan anggota OSIS maupun MPK akan menilai dan merapatkan para peserta dari keaktifannya dan dari berbagai macam aspek. Di bulan Agustus 2008 itu, OSIS MPK angkatan 6 regenerasi lepas jabatan digantikan dengan angkatan dibawahnya di acara meriah yang diadakan setiap tahunnya yaitu di hari kemerdekaan. Maka sejak itu kami dibimbing oleh OSIS MPK di angkatan 7.

Pesantren diadakan di bulan ramadhan dan kami menginap semalam di sekolah, satu angkatan di pisahkan antar siswa dan siswi lalu di kelompokkan. Kegiatan kami berputar solat fardu berjamaah, solat tarawih, solat tahajud, solat witir, membaca al-quran bersama sama, ESQ dan sebagainya.

Lalu Pra-Trip Observasi, dimana kami sedikit dikembalikan seperti peserta MOS dengan ketentuan rambut, nametag, dan jenis makanan hanya saja OSIS bersikap lebih disiplin terhadap kami, karena kami dituntut kompak, tegas, tangkas, sigap dan semangat sebagai angkatan, kelompok dan individual dalam menghadapi Trip Observasi di Purwakarta mendatang. Kegiatan ini juga menjadi kegiatan khas SMA Labschool yang dilaksanakan selama tiga hari dan menurut saya salah satu kegiatan yang paling seru. Di kegiatan Pra-Trip Observasi ini dipilih dari 10 kandidat siswa untuk menjadi ketua angkatan, para siswa laki-laki di kumpulkan dan oleh para guru dan OSIS diberikan tugas masing-masing dibawa keluar dari acara Pra-Trip Observasi tersebut, sampai akhirnya muncul tiga kandidat terkuat yang menjadi ketua angkatan kami, ketua umum dan ketua satu serta ketua dua angkatan. Yaitu Emir, Jodhi dan Mitra. Mereka bertiga bertugas untuk menyatukan kami sebagai angkatan. Kami banyak diberikan tugas bersama angkatan maupun kelompok, dari mulai membuat name tag yang jauh lebih rumit dari name tag MOS karena saat itu dasar dari name tag tersebut di anyam, lalu membuat yel-yel angkatan yang diciptakan oleh OSIS dari seksi kesenian dimana pada saat ini saya ingat ketua angkatan lah yang pertama kali diajarkan dan bertugas mengajari satu angkatan kami, pertama kali kami perdana menyanyikan yel-yel angkatan kami di lapangan berkumpul satu angkatan kami di hadapan kelas dua dan kelas tiga, dan yel-yel kelompok yang kami buat sendiri, kami juga belajar masak-memasak untuk mempersiapkan bagaimana kami akan memasak nanti di Trip Observasi, kemudian membuat tongkat satu angkatan yang di desain oleh seksi kesenian dimana kami harus mencat nya dan merancangnya sama persis dengan desain para OSIS tersebut, dan lain-lain. Di kegiatan ini lah kami menjadi saling kompak antar angkatan dan dengan OSIS MPK angkatan diatas kami yang baru menjabat, OSIS Diwakara Balasena.

Setelah tiga hari Pra-Trip Observasi, dilanjutkan dengan Trip Observasi yang dilaksanakan di desa Pasir Muncang, Purwakarta. Kami berkumpul di sekolah dengan lengkap seragam putih abu berdasi, para siswa sudah kembali botak, sementara para siswi  di kuncir panjang dengan aksesoris rambut berwarna warni. Setiap siswa sudah memiliki tongkat Trip Observasi masing masing dengan motif yang serupa setelah kami cat bersama-sama saat Pra-Trip Observasi. Juga dikalungi name-tag yang kami buat bersama-sama kelompok. Kami berangkat dengan bus berbondong-bondong. Rencananya, disana kami akan tinggal didalam rumah orang-orang desa, setiap kelompoknya ditemani masing-masing dua OSIS sebagai mentor kami. Lima hari Trip Observasi kami dipenuhi kegiatan-kegiatan seru dari subuh sampai larut. Dimulai dari setiap kelompok berlomba dalam mengumpulkan pita hijau dan merah dari para OSIS untuk menjadi kelompok terbaik, untuk mendapatkannya kami harus memenuhi tantangan dari OSIS tersebut. Lalu setiap harinya kami bergantian yang tinggal di rumah untuk memasak dan beberes rumah menemani penghuni rumah. Lalu ada lagi kegiatan penjelajahan yaitu keliling masuk ke sawah sampai perbukitan lalu ke air terjun melewati pos pos OSIS, lalu bakti sosial di desa, penelitian, keliling desa dengan baju daerah, menjaga vendel saat larut sebelum tidur, ikut bekerja dengan bapak ibu pemilik rumah, api unggun, pentas seni di malam hari, senam di pagi hari dan lain-lain. Salah satu kegiatan terseru lainnya.

Setelah itu kami menjalani bersama BINTAMA atau Bina Mental Siswa yang diadakan dengan angkatan darat di Batu Djajar dan dilanjuti di Lembang. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, dimana yang biasanya kami dibina guru dan OSIS, disana kami dibina sepenuhnya dengan para angkatan darat dengan cara mereka. Kami lebih didisiplini, dari berjalan, makan, berbicara. Disana kami di latih mental, sopan santun, dan banyak lainnya.  

Sebagai salah satu bentuk kontribusi lainnya adalah dengan mengikuti klub dan ekstrakulikuler sekolah, yaitu LAMURU atau Labsky Percussion and Drum Community dan ekskul saman. Dengan mengikuti komunitas LAMURU kami di tahun pertama seringkali ke sekolah untuk latihan ritme bersama pelatih kami yang juga alumni angkatan ke dua, Kak Abe. Lalu setelah beberapa lama kami semakin mahir memainkan pattern per pattern, kami mulai tampil di acara-acara sekolah maupun acara luar sampai di liput televisi, membawa nama LAMURU yang hanya ada di Labschool Kebayoran. Dan ditahun pertama di ekskul saman, kami di latih pergerakan saman oleh kakak kelas di tahun ketiga yang ditemani dengan kakak-kakak tahun kedua, dan dengan pelatih samannya sendiri yang juga alumni. Setelah dilatih, kakak-kakak akan menentukan tanggal untuk mengetes kami bersamaan dengan hari regenerasi dari kakak tahun ke tiga ke kakak tahun ke dua. Dari ekskul kami sendiri, ada satu kegiatan dari tahun ketahun dari organisasi CIOFF yang mengajak kami tampil tari tradisional di festival internasional. Bagi mereka yang diizinkan oleh orangtua mereka untuk ikut perjalanan ini, mulai latihan tarian-tarian tradisional yang dipilihkan CIOFF selama empat bulan, sementara bagi mereka yang tidak akan terus latihan saman dengan kakak senior saman. Festival yang akan kami hadiri dilaksanakan di Jerman berlangsung selama empat hari. Empat bulan latihan dengan jadwal yang ketat setiap minggunya, kami berangkat di bulan Juni 2009 kenaikan kelas sebelas. Yang berlangsung hampir selama tiga minggu yang dilanjuti dengan trip keliling Eropa.

Diluar kegiatan sekolah saya ikut mengkontribusikan sekolah dengan mengikuti seleksi pemilihan murid untuk berangkat pertukaran pelajar dengan organisasi Bina Antar Budaya. Dari 1000 peserta seleksi yang ikut di chapter Jakarta saja, dari hasil lima tahap seleksi, keluarlah peserta sejumlah 24 murid yang siap berangkat dan saya salah satunya. Sementara dari seluruh Indonesia sendiri dari 18 chapter, dari 8000 total peserta nasional berhasil 125 peserta dari nasional yang lulus yang pada tahun 2010/2011 akan diberangkat kan ke Eropa dan Amerika Serikat dengan dua program yaitu AFS dan YES. Inilah mengapa saya kembali sebagai murid kelas tiga lulus dengan angkatan dibawah saya.

Dari Labsky Untuk Indonesia, Geografi Kelas X Smester 1


Geografi, Geografi Lingkungan, dan Proses Hidrologis
A. GEOGRAFI LINGKUNGAN DALAM RUANG LINGKUP GEOGRAFI1. Pengertian Geografi dan Geografi Lingkungan
Sebelum mendefinisikan geografi lingkungan (environmental geography), sangat berguna untuk memandang terlebih dulu konsep geografi secara umum. Salah satu kesalahan konsep yang umum terjadi adalah memandang geografi sebagai studi yang sederhana tentang nama-nama suatu tempat. Implikasi dari pemahaman seperti itu menyebakan terjadinya reduksi terhadap hakekat geografi. Geografi menjadi pengetahuan untuk menghafalkan tempat-tempat dimuka bumi, sehingga bidang ini menjadi kurang bermakna untuk kehidupan. Geografi sering juga dipandanng identik dengan kartografi atau membuat peta. Dalam prakteknya sering terjadi para geograf sangat trampil dalam membaca dan memahami peta, tetapi tidak tepat jika kegiatan membuat peta sebagai profesinya.
Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra. Ungkapan itu pertama kali disitir oleh Eratosthenes yang mengemukakan kata “geografika”. Kata itu berakar dari geo=bumi dan graphika=lukisan atau tulisan. Jadi kata geographika dalam bahasa Yunani, berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi. Istilah geografi juga dikenal dalam berbagai bahasa, seperti geography (Inggris), geographie (Prancis), die geographie/die erdkunde (Jerman), geografie/ aardrijkskunde (Belanda) dan geographike (Yunani).
Bertahun-tahun manusia telah berusaha untuk mengenali lingkungan di permukaan bumi. Pengenalan itu diawali dengan mengunjungi tempat-tempat secara langsung di muka bumi, dan berikutnya menggunakan peralatan dan teknologi yang makin maju. Sejalan dengan pengenalan itu pemikiran manusia tentang lingkungan terus berkembang, pengertian geografi juga mengalami perubahan dan perkembangan. Pengertian geografi bukan sekedar tulisan tentang bumi, tetapi telah menjadi ilmu pengetahuan tersendiri disamping bidang ilmu pengetahuan lainnya. Geografi telah berkembang dari bentuk cerita tentang suatu wilayah dengan penduduknya menjadi bidang ilmu pengetahuan yan memiliki obyek studi, metode, prinsip, dan konsep-konsep sendiri sehingga mendapat tempat ditengah-tengah ilmu lainnya.
Berkaitan dengan kemajuan itu, konsep geografi juga mengalami perkembangan. Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
Bintarto (1977) mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.
Hasil semlok peningkatan kualitas pengajaran geografi di Semarang (1988) merumuskan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.
James mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.

Berdasarkan telaah terhadap konsep tersebut penulis berpendapat, bahwa geografi merupakan studi yang mempelajari fenomena alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Dalam pengertian itu beberapa aspek yang esensial, yaitu (1) adanya hubungan timbal balik antara unsur alam dan manusia (reciprocal). (2) Hubungan itu dapat bersifat interelatif, interaktif, dan intergratif sesuai dengan konteksnya. (3) cara memadang hubungan itu berisifat keruangan.Berdasarkan konsep tersebut, studi Geografi bekaitan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
  • Where is it?
  • Why is it there?
  • So what?
Dalam kata yang lain, Geografi mempelajari penyebaran keruangan dari sesuatu (bahasa, kegiatan ekonomi, pencemaran, rote transportasi, tanah, iklim, dan dan fenomena lainnya) untuk menemukan mengapa fenomena itu menyebar sebagaimana adanya. Geografi selanjutnya mencoba untuk menggambarkan terjadinya distribusi itu, dan dengan pemahaman itu dapat mengusulkan pemecahan masalah yang terjadi.
Preston James mencoba untuk memecahkan pertanyaan apakah geografi dengan memberikan batasan geografi menjadi empat tradisi utama, yaitu:
  1. The spatial tradition
    Geographers have long been concerned with mapping and the spatial arrangement of things. Some geographers were developing statistical methods to improve both the description and analysis of such spatial patterns (James). Because this trend was not without its critics, the James article is often seen as a fence-mending effort within the discipline.
  2. The area studies tradition
    Geographers such as Reclus and Humboldt were famous for their exhaustive descriptions of places. Even today, many geographers develop an expertise in the study of one or two regions. Typically, geographers will learn the language or langauges spoken in the region being studied and they will develop an understanding of both the natural physical features and of the human activities and patterns. The goal is to become an expert on the region as it is and to study specific problems or questions about the region.
  3. The man-land tradition
    Beginning with George Perkins Marsh in the middle of the nineteenth century, geographers have sought to understand how the natural environment either determines or constrains human behavior and how humans, in turn, modify the physical world around them. Given the inherent sexism of this title, most geographers would now use the term “human-environment” to describe this tradition.
  4. The Earth sciences tradition
    Many geography programs in the United States emerged from geology departments, and the connection between the disciplines remains strong. Most geographers — even if they focus on human geography — receive some training in such physical geography areas landforms, climate, soils, and the distribution of plants.
Keberadaan geografi lingkungan tak terlepas dari masalah lingkungan, khsususnya hubungan antara pertumbuhan penduduk, konsumsi sumberdaya, dan peningkatan intensitas masalah akibat ekploitasi sumberdaya yang berlebihan. Geografi lingkungan dapat memberikan kombinasi yang kuat perangkat konseptual untuk memahami masalah lingkungan yang kompleks.
Geografi lingkungan cenderung pada geografi manusia atau intergrasi geografi manusia dan fisik dalam memahami perubahan lingkungan global. Geografi lingkungan menggunakan pendekatan holistik. Geografi lingkungan melibatkan beberapa aspek hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Untuk memahami masalah-masalah lingkungan tidak mungkin tanpa pemahaman proses ekonomi, budaya, demografi yang mengarah pada konsumsi sumberdaya yang meningkat dan generasi yang merosot. Kebanyakan proses tersebut kompleks dan tranasional. Solusi potensial hanya dengan memahami fungsi siklus biokimia (sirkulasi air, karbon, nitrogen, dan sebagainya) dan juga teknologi yang digunakan manusia untuk campur tangan pada siklus itu.
Atas dasar perspektif tersebut, dapat disarkan bahwa geografi lingkungan merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan fenomena alam (fisis) maupun manusia di permukaan bumi. (Environmental geography is the scientific study ot the location and spatial variation in both physical and human phenomena of Earth) (James Hayes-Bohanan).
2. Obyek Geografi

Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya.Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek matrial dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.
Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama.Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer, yang meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek materal itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi, hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain. Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga menjadi bidang kajian bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.
Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material. Dalam konteks itu geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach).
3. Prinsip Geografi Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.
Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
  1. Prinsip Penyebaran
    Dalam prinsip ini fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata. Fenomena sumber air tentu tidak dijumpai di semua tempat.
    Demikian pula permasalahan pencemaran air juga tidak dijumpai disemua sungai atau laut.
  2. Prinsip Interelasi
    Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya.
    Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia. Fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir terjadi karena kerusakan hutan di bagian hulu. Kerusakan hutan alam itu dapat terjadi karena perilaku menusia. Perilaku manusia yang demikian terjadi karena kesadaran terhadap fungsi hutan yang rendah.
  3. Prinsip Deskripsi
    Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan.
    Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll.
  4. Prinsip Korologi
    Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.
4. Konsep Esensial Geografi
Konsep merupakan pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Konsep esensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk mengungkapan atau menggambaran corak abstrak fenomena esensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu. Oleh karena itu konsep dasar merupakan elemen yang penting dalam memahami fenomena yang terjadi.
Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut.
Menurut Whiple ada lima konsep esensial, yaitu:
  1. bumi sebagai planet
  2. variasi cara hidup
  3. variasi wilayah alamiah
  4. makna wilayah bagi manusia
  5. pentingnya lokasi dalam memahami peristiwa dunia
Dalam mengungkapkan konsep geografi itu harus selalu dihubungkan dengan penyebarannya, relasinya, fungsinya, bentuknya, proses terjadinya, dan lain-lain sebagainya. Sebagai contoh ungkapan konsep “variasi cara hidup” setidaknya harus terabstraksikan mata pencaharian penduduk, proses terbentuknya mata pencaharian itu, penyebaran mata pencaharian itu, jumlah penduduk yang bekerja pada masing-masing mata pencaharian itu, dan dinamika mata pencaharian itu.
Menurut J Warman ada lima belas konsep esensial, yaitu:
  1. wilayah atau regional
  2. lapisan hidup atau biosfer
  3. manusia sebagai faktor ekologi dominan
  4. globalisme atau bumi sebagai planet
  5. interaksi keruangan
  6. hubungan areal
  7. persamaan areal
  8. perbedaan areal
  9. keunikan areal
  10. persebaran areal
  11. lokasi relatif
  12. keunggulan komparatif
  13. perubahan yang terus menerus
  14. sumberdaya dibatasi secara budaya
  15. bumi bundar diatas kertas yang datar atau peta
Dengan menggunakan konsep-konsep tersebut dapat diungkapkan berbagai gejala dan berbagai masalah yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Penggunaan konsep itu akan memudahkan pemahaman terhadap sebab akibat, hubungan, fungsi, proses terjadinya gejala dan masalah sehari-hari. Selanjutnya dari kenyataan itu dikembangkan menjadi satu abstraksi, disusun model-model atau teori berkaitan dengan gejala, masalah dan fakta yang dihadapi. Jika ada satu masalah dapat dicoba disusun model alternatif pemecahannya. Sedangkan jika yang dihadapi suatu kenyaan kehidupan yang perlu ditingkatkan tarapnya, maka dapat disusun model dan pola pengembangan kehidupan itu. Dari berbagai konsep itu dapat disusun suatu kaidah yang tingkatnya tinggi dan berlaku secara umum yang disebut generalisasi.
5. Ruang Lingkup Geografi
Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran-interelasi-interaksi fenomena atau masalah dalam suatu ruang.
Menurut Rhoad Murphey ruang lingkup geografi sebagai berikut. (1) distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia di permukaan bumi dengan aspek-aspek keruangan permukiman penduduk dan kegunaan dari bumi. (2) hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya sebagai bagian studi perbedaan area. (3) kerangka kerja regional dan analisis wilayah secara spesifik.
Berdasarkan uraian tersebut terlihat, bahwa ruang lingkup geografi tidak terlepas dari aspek alamiah dan aspek insaniah yang menjadi obyek studinya. Aspek itu diungkapkan dalam satu ruang berdasarkan prinsip-prinsip penyebarannya, relasinya, dan korologinya. Selanjutnya prinsip relasi diterapkan untuk menganalisis hubungan antara masyarakat manusia dengan lingkungan alamnya yang dapat mengungkapkan perbedaan arealnya, dan penyebaran dalam ruang. Akhirnya prinsip, penyebaran, dan korologi pada studi geografi dapat mengungkapkan karakteristik suatu wilayah yang berbeda dengan wilayah lainnya sehingga terungkap adanya region-region yang berbeda satu sama lain.
Untuk mengunkanpan fenomena atau permasalahan yang terjadi digunakan pertanyaan-pertanyaan geografi. Untuk pertanyaan what? Geografi dapat menunjukkan fenomena apa yang terjadi? Untuk pertanyaan when, geografi dapat menunjukkan kapan peristiwa itu terjadi. Untuk pertanyaan where? Geografi dapat menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa. Untuk pertanyaan why? Geografi dapat menunjukkan relasi-interelasi-interaksi-integrasi gejala-gejala itu sebagai faktor yang tidak terlepas satu sama lain. Untuk pertanyaan how? Geografi dapat menunjukkan kualaitas dan kuantitas gejala dan interelasi/interaksi gejala-gejala tadi dalam ruang yang bersangkutan.
6. Hakekat Geografi
Untuk mendapat konsep yang lebih mendalam dalam uraian berikut akan dibahas hakekat geografi. Menurut Karl Ritter bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Dalam konsep itu, sebagai tempat tinggal manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola, dan proses yang terbentuk oleh aktivitas manusia.
Selain itu konsep “tempat tinggal manusia” tidak hanya terbatas pada permukaan bumi yang ditempati oleh manusia, tetapi juga wilayah-wilayah permukaan bumi yang tidak dihuni oleh manusia sepanjang tempat itu penting artinya bagi kehidupan manusia.
Bertitik tolak pada pemikiran itu studi geografi meluputi segala fenomena yang terdapat dipermukaan bumi, baik alam organik maupun alam anorganik yang ada hubungannya dengan kehidupan manusia. gejala organik dan anorganik itu dianalisis peyebarannya, perkembangannya, interelasinya, dan interaksinya.
Sebagai suatu bidang ilmu, geografi selalu melihat fenomena dalam konteks ruang secara keseluruhan. Gejala dalam ruang diperhatikan secara seksama. Perhatian itu dilakukan dengan selalu mengkaji faktor alam dan faktor manusia, dan keterkaitan keduanya yang membentuk integrasi keruangan di wilayah yang bersangkutan. Gejala – interelasi- interaksi – integrasi keruangan menjadi hakekat kerangka kerja utama geografi. Kerangka analisisnya selalu menggunakan pertanyaan geografi.
7. Klasifikasi dan Cabang-Cabang Geografi
Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya.Untuk mempelajari obyek yang demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam terhadap obyek yang dipelajarinya. Cabang-cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut.
Menurut Huntington, geografi terbagi empat cabang, yaitu:
  1. Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam
  2. Pitogeografi yang mempelajari tanaman
  3. Zoogeografi yang mempelajarai hewan
  4. Antropogeografi yang mempelajari manusia.
Menurut Muller dan Rinner, cabang-cabang geografi terdiri atas:
  1. Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan
  2. Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, dan geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian, geografi transportasi dan komunikasi) geografi politik
  3. Geografi regional
Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut.
  1. Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan mansuia.
  2. Geografi Manusia
    1. Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial.
    2. Geografi penduduk merupakan cabang geografi manusia yang obyek studinya keruangan penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas, perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah.
    3. Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya. Dalam analisisnya, faktor lingkungan alam ditinjau sebagai faktor pendukung dan penghambat struktur aktivitas ekonomi penduduk. Geografi ekonomi mencakup geografi pertanian, geografi industri, geografi perdagangan, geografi transportasi dan komunikasi.
    4. Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi. Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan sebagain dasar perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional.
    5. Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia, bagaimana bentuk permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman.
  3. Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.
Dalam pengkajian gejala dan masalah geografi harus selalu terpadu. Walaupun geografi fisik mengkaji aspek fisik, tetapi selalu mengkaitkannya dengan aspek manusia dalam suatu “ruang”. Sebaliknya geografi manusia selalu mengkaitkan dirinya dengan aspek-aspek fisik geografi. Geografi akan kehilangan “jati dirinya” jika tidak terjadi konsep keterpaduan.
Dalam tataran sistematika tersebut, geografi lingkungan merupakan bagian dari geografi regional. Karena, dalam perspektif bidang ini memberi tekanan pada hubungan antara manusia dengan lingkungannya sehingga terlihat karakteristk lingkungan di wilayah tersebut.
8. Pendekatan-Pendekatan Geografi
Geografi merupakan pengetahuan yang mempelajarai fenomena geosfer dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Berdasarkan definisi geografi tersebut ada dua hal penting yang perlu dipahami, yaitu:
  1. obyek studi geografi (Obyek studi geografi adalah fenomena geosfere yang meliputi litosfere, hidrosfera, biosfera, atmosfera, dan antrophosfera), dan
  2. pendekatan geografi
Mendasarkan pada obyek material ini, geografi belum dapat menunjukan jati dirinya. Sebab, disiplin ilmu lain juga memiliki obyek yang sama. Perbedaan geografi dengan disiplin ilmu lain terletak pada pendekatannya. Sejalan dengan hal itu Hagget (1983) mengemukakan tiga pendekatan, yaitu:
  1. pendekatan keruangan,
  2. pendekatan kelingkungan, dan
  3. pendekatan kompleks wilayah


LITOSFER
A. Struktur Lapisan Kulit Bumi (litosfer)

Pertama tama perlu anda ketahui bahwa kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.
Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya. Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra.
Bumi tersusun atas beberapa lapisan yaitu:a. Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.
B. Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km.
Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.
C. Lithosfer
Yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.
Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:
1. Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.
Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.
Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.
Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:- Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.
- Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra
2. Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

Batuan pembentuk lithosfer
a. Batuan beku
b. Batuan sedimen
c. Batuan metamorf
Semua batuan pada mulanya dari magma
Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan.
Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan atau batuan metamorf.
Untuk lebih memahami jenis-jenis batuan perhatikan uraian berikut:
a.Batuan Beku
Ada dua macam batuan beku, yaitu batuan beku dalam (contohnya batu granit ), dan batuan beku luar (contohnya batu andesit). Untuk Mengetahui ketepatan batuan jenis batuan harus dilakukan uji laboratorium dengan menggunakan mikroskop untuk melihat bentuk kristal batuanya.

b.Batuan Sedimen
Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klastik, sedimen kimiawi dan sedimen organic. Sedimen klastik berupa campuran hancuran batuan beku, contohnya breksi, konglomerat dan batu pasir. Sedimen kimiawi berupa endapan dari suatu pelarutan, contohnya batu kapur dan batu giok. Sedimen organic berupa endapan sisa sisa hewan dan tumbuhan laut contohnya batu gamping dan koral.

c.Batuan Malihan (Batuan Metamorf)
Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang berubah bentuk. Contohnya kapur (kalsit) berubah menjadi marmer, atau batuan kuarsa menjadi kuarsit.


B A T U A N   B E KU

Definisi
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma, baik di bawah permukaan bumi maupun di atas permukaan bumi.
Ciri khas batuan beku adalah kenampakan yang kristalin, yaitu kenampakan suatu massa dari unit‑unit kristal yang saling menguncig kecuali gelas, yang nonkristalin.

Komposisi.                                                                                                            
Ada delapan mineral yang umum dijumpai sebagai penyusun batuan beku dan biasa disebut sebagai mineral batuan beku (igneous mineral). Mineral ‑ mineral tersebut dapat dibedakan menjadi dua kelompok :
  1. Mineral‑mineral yang tersusun dari unsur silike dan alumina, berwarna cerah, dan biasanya disebut mineral asam (‑felsik), kecuali plagicklas Ca. Mineral tersebut adalah
    1. Kwarsa            :jernih, putih susu seperti gelas, tanpa belahan.
    2. Muskovit         :jernih sampai coklat pucat, tampak sebagai lembaran‑lembaran.­
    3. Orthoklas        :putih sampai merah daging belahan dua arah tegak lurus.
•d.                                                      Plagioklas        : putih sampai abu‑abu (Na), abu‑abu gelap (Ca), terdapat striasi   
                                      pada bidang.belahan.
  1. Mineral‑mineral yang tersusun oleh unsur‑unsur besi, magnesium dan kalsium, berwarna gelap, dan biasa disebut mineral basa (mafik). Mineral‑mineral tersebut adalah
•a.       Olivin              :  kuning kehijauan, kristal berbutir seperti gula pasir.
•b.      Piroksin           :  hijau tual hitam suram, prismatik pendek, belahan dua arah   
                                       tegak  lurus.
•c.       Hornblende     :  hitam mengkilat, prismatik panjang, belahan dua arah
•d.      Biotit               :  hitam, kecoklatan tampak sebagai lem­baran.

Tekstur
Tekstur adalah kenampakan batuan yang berkaitan dengan ukuran, bentuk dan susunan butir mineral dalam batuan.
Tekstur batuan beku yang umum adalah  :
  1. Fanerik granular: bila butiran mineral dapat, dilihat dengan mata telanjang dan berukuran seragam
  2. Afanitik : bila butiran‑butiran mineral sangat halus sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
  3. Porfiritik :  dibedakan menjadi dua
    • Faneraporfiritik, bila butiran‑butiran mineral yang besar (mineral sulung atau fenokris) dikelilingi oleh mineral‑mineral yang berukuran butir lebih kecil (masa dasar) yang dapat dikenal dengan mata telanjang.
    • Porfiroafaniti, bila butiran‑butiran mineral sulung (fenokris) dikelilingi oleh masa dasar yang afanitik
  4. Gelasan (glassy) :  bila batuan beku  tersusun oleh mineral gelas.
  5. Fragmental :  bila batuan beku tersusun oleh fragmen-fragmen batuan beku hasil letusan (erupsi) gunungapi.                                                           

Struktur
Struktur adalah kenampakan hubungan antar bagian batuan yang berbeda.
Macam‑macam struktur :
  1. Masif, bila batuan pejal, tanpa retakan maupun lubang‑lubang gas.
  2. Jointing, bila batuan nampak mempunyal retakan-retakan, kenampakan ini akan sangat jelas apabila dilihat dilapangan.
  3. Vesikuler, bila batuan mempunyai lubang‑lubang gas. Bila lubang‑lubang sangat banyak maka disebut :
    • Skorian (scoriaceous), bila lubang banyak dan tidak saling berhubungan, umumnya dijumpai,pada batuan beku basa.
    • Pumisan bila lubang sangat banyak dan saling berhubungan umumnya dijumpai pada batuan beku asam.
    • Aliran (flow), bila ada kesan orientasi sejajar, baik oleh kristal‑kristal maupun oleh lubang‑lubang gas.
  4. Amigdaloidal, bila lubang‑lubang.gas pada batuan beku terisi oleh mineral‑mineral sekunder (yang terbentuk setelah pembekuan magma).

Klasifkasi
Batuan baku dapat diklasifikasikan antara lain bardasarkan :
  1. Sifat‑sifat kimianya, dibedakan menjadi :
    • Batuan beku asam, bila terutama tersusun oleh mineral‑mineral asam. biasanya berwarna cerah, putih sampai abu-abu cerah. Termasuk didalamnya kelompo,k Granit - Ryolit.
    • Batuan beku sedang (intermediate), bila tersusun oleh mineral‑mineral antara asam dan basa biasanya berwarna agak gelap sampai kehitaman. Termasuk didalamnya adalah kelompok Diorit ‑ Andesit.
    • Batuan beku basa, bila tersusun oleh mineral‑mineral basa, biasanya berwarna hitam sampai hitam kelam. Termasuk didalamnya kelompok Gabro ‑ Basalt.
    • Batuan beku ultra basa, bila tersusun oleh mineral-mineral yang sangat basa, biasanya berwarna hijau sampai hijau kehitaman. Termasuk didalamnya adalah batuan-batuan ultra basa.

  1. Teksturnya, dibedakan menjadi batuan yang bertekstur :
•·         Fanerik granular       : kelompok Granit ‑ Gabro.
•·         Porfiritik                    : granit porfiri andesit porfiri.
•·         Afanitik                      : kelompok ryolit – basalt.
•·         Gelasan                       : obsidian.
•·         Fragmental                : aglomerat, tuff.
3. Komposisi mineralnya, dibedakan menjadi :
•·         Kelompok Granit Riolit, terutama tersusun oleh mineral‑mineral: kwarsa, orthoklas, plagioklas Na, kadang‑kadang ada hornblede, biotit,  muskovit.
•·         Kelompok Diorit - Andesit : terutama tersusun oleh plagioklas, hornblende, mineral‑mineral lainnya yang mungkin adalah  kwarsa biotit, piroksen, orthoklas.
•·         Kelompok Gabro ‑ Basalt : terutama tersusun oleh olivin plagioklas Ca, piroksen, mineral‑mineral yang mungkin adalah  hornblende.
•·         Kelompok Ultra Basa : terutama tersusun oleh olivine, mineral‑mineral lainnya yang mungkin adalah plagioklas dan piroksen.

Langkah-langkah penentuan nama batuan
Amati contoh batuan dengan teliti pada bagian yang segar, kemudian tentukan
1. Warnanya
2. Teksturnya
3. Komposisi mineralnya,
Setelah tiga hal tersebut ditentukan kemudian pakai tabel yang tersedia. Dengan menerapkan sistim koordinat tentukan nama batuan yang diamati.
Untuk batua yang bertekstur afantik, Ada pegangan untuk menentukan nama batuannya, sbb:
  • Batuan bertekstur afanitik kadang‑kadang masih dijumpai fenokris:
  • Bila fenokris kwarsa dan orthoklas, nama batuannya ryolit.
  • Bila fenokrisnya kwarsa dan plagioklas, dasit
  • Bila fenokrisnya plagioklas dan atau hornblende, nama batuannya andesit.
  • Bila ada fenokris piroksin dan atau olivine, kadangkadang disertai plagioklas, nama batuannya basalt.
  • Bila berkilat kaca dan pecahan konkoidal, obsidian.
B A T U A N   S E D I M E N

Definisi
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil rombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktifitas kimia maupun organisme, yang diendapkan pada cekungan sedimentasi yang kemudian mengalami pembatuan.

Komposisi
Dalam batuan sedimen dapat dijumpai fragmen batuan maupun mineral. Mineral‑mineral yang umum dijumpai dalam batuan sedimen antara lain  kwarsa, feldspar, kalsit, dolomit, mika dan mineral lempung.

Tekstur
Berdasarkan kejadiannya batuan sedimen dibedakan menjadi sedimen klastik dan nonklastik. Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari hasil litifikasi material‑material hasil rombakan batuan yang telah ada sebelumnya. Batuan sedimen nonklastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari material‑material hasil aktifitas kimia (termasuk biokimia) dan biologis. Dari kedua macam mekanisme pembentukan batuan sediment tersebut dikenal tekstur klastik dan nonklastik.

1. Tekstur klastik 
Yang perlu diperhatikan pada batuan sedimen yang bertekstur klastik adalah ukuran butir dan bentuk butir.  Untuk ukuran butir dipakai klasifikasi ukuran butir dari Wenthworth pada Tabel 1.
Bentuk butir yang utama ada dua macam yaitu membulat dan meruncing. Bentuk butir akan mempengaruhi penamaan bila butiran penyusunnya lebih besar dari 2 mm

Tabel 1. Skala ukuran butir menurut Wenthworth
Ukuran butir (mm)
Boulder (bangkah)
lebih besar dari 256
Cobble (berangkal)
64 - 256
Pebble (kerakal)
4 - 64
Granule (kerikil)
2 - 4
Sand (pasir)
1/16 - 2
Silt (lanau)
1/256 ‑ 1/16
Clay (lempung)
lebih kecil dari 1/256


2. Tekstur nonklastik
            Semua batuan sedimen nonklastik mempunyai teksturnonklastik. Cir khas tekstur nonklastik adalah adanya kristal‑kristal saling menjari, tidak ada ruang antar butir dan umumnya monomineralik. Kristal‑kristal dalam batuan sedimen nonklastik dapat berbentuk serabut, lembaran atau butiran kristal. Butiran kristal  dalam struktur nonklastik diklasifikasikan menjadi :

       Nama                                                                        Ukuran butir kristal (mm)
berbutir kasar                                                                          lebih besar dari 5
berbutir sedang                                                                                1 ‑ 5
berbutir halus                                                                           lebih kecil dari 1

Beberapa tekstur nonklastik yang penting adalah :
  • Amorf : partikel‑partikel umumnya berukuran lempung atau berupa kolaid, nonkristalin misalnya rijang.
  • Oolit : tersusun oleh kristal‑kristal yang berbentuk bulat elipsoid, terkumpul seperti telur ikan, ukuran butirnya 0,25 - 2,0 mm.  misalnya batugamping oolit.
  • Pisolitik : seperti oolitik, tetapi ukuran butirnya lebih besar dari 2 mm, misalnya batugamping pisolitik.
  • Sakaroidal : partikel‑partikel berbutir halus, sama besar, misalnya batugamping sakaroidal.
  • Kristalin : bila tersusun oleh kristal‑kristal yang besar.
Struktur
Struktur pada batuan sedimen lebih tergantung pada hubungan antara kelompok‑kelompok sedimen dari pada hubungan antar butir yang mengontrol dan menentukan tekstur. Struktur sediment lebih baik bila dipelajari di lapangan dari pada pada contoh genggaman.
Struktur sedimen dibedakan menjadi tiga macam :
  1. Struktur fisik : struktur yang terbentuk oleh, proses proses fisika, misalnya arus, golombang. beberapa macam struktur tersebut adalah :
    • Berlapis, terlihat di lapangan sebagai susunan yang berlapis‑lapis. Bila ketebalan individu masing‑masing lapisan lebih dari 1 cm disebut berlapis, bila kurang disebut laminasi.
    • Bergradasi, bila butiran‑butiran dalam tubuh batuan sedimen berubah secara gradual, samakin halus atau semakin kasar.
    • Silang siur, yaitu satu seri perlapisan yang saling potong memotong dalam tubuh batuan sedimen.
    • Masif, bila dalam tubuh batuan sedimen tidak terlihat. struktur sedimen.
  2. Struktur kimia : terbentuk oleh proses‑proses kimia. Macamnya antara lain :
    • Konkresi, bila berbentuk bulat.
    • Nodule, bila berbentuk tidak teratur.
  3. Struktur organik : terbentuk oleh aktifitas organisme.

Penamaan Batuan
Penamaan batuan sedimen klastik ditentukan terutama oleh ukuran butir dan bentuk butir penyusun, selain itu juga. dengan komposisi atau struktur. Ukuran butir dalam sedimen klastik bias seragam  bisa tidak. Pada yang tidak seragam dikenal  :
  1. Fragmen, yaitu butirannya  berukuran lebih besar dari pasir.
  2. Matriks,  yaitu butiran‑butiran yang berukuran lebih kecil dari fragmen dan terdapat di sela‑sela fragmen.
  3. Semen, yaitu material yang sangat halus (hanya dapat dilihat dengan mikroskop) yang berfungsi sebagai pengikat. Semen umumnya terdiri dari silika, kalsit, oksida. besi, dan lempung.

Penamaan batuan sedimen nonklastik lebih banyak ditentukan dari komposisi kimianya.
  1. Batuan sedimen klastik
Beberapa contoh penaman :
•a.       Berdasarkan ukuran butir
•·         batupasir, bila butiranya berukuran pasir
•·         batupasir krikilan, butiran dominan berukuran pasir tetapi ada yang berukuran kerikil dan cukup banyak.
•b.      Berdasarkan ukuran dan bentuk
•·         konglomerat, bila bentuk fragmennya dominan bulat.
•·         breksi, bila bentuk fragmennya dominan meruncing.
•c.       Berdasarkan ukuran dan komposist
•·         batupasir kwarsa, batupasir yang banyak mengandung  kwarsa.
•·         batulempung gampingan, batu lempung yang mengandung mineral karbonat.
•d.      Ukuran butir dan struktur
•·         serpih,(shale), batulempung berlaminasi
•·         batupasir berlapis, batupasir berstruktur berlapis
•e.       Khusus untuk penamaan batuan sedimen klastik yang komposisi utamanya terdiri dari mineral karbonat.
•·         Kalsirudit, bila ukuran butirnya labih besar dari pasir
•·         Kalkarenit, bila ukuran butirnya pasir
•·         Kalsilutit, bila butirnya berukuran lempung.

  1. Batuan sedimen nonklastik
•·         batugamping kristalin bila tersusun oleh kristal­- kristal kalsit.
•·         batugamping koral,  bila tersusun oleh koral.
•·         batudolomit, bila tersusun oleh dolomit.
•·         rijang, bila tersusun oleh silika.

Langkah‑langkah penentuan nama batuan sedimen
Amati contoh batuan baik‑baik, tentukan :
•·         Teksturnya, klastik atau nonklastik. Bila klastik tentukan ukuran butirnya (bila tidak seragam, tentukan ukuran fragmen dan matriksnya), bila nonklastik tentukan macam teksturnya.
•·         Tentukan strukturnya.
•·         Tentukan komposisinya. Untuk mengetahui kandungan karbohat contoh batuan ditetesi dengan HCl, bila bereaksi berarti mengandung karbonat.
•·         Tentukan nama batuan berdasarkan kenampakan yang dominan.




B A T U A N    M E T A M O R F


Definisi
Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk oleh proses metamorfisme pada batuan yang.telah ada sebelumnya. Proses metamorfisme sendiri adalah proses perubahan mineral, tekstur atau struktur batuan dalam keadaan padat akibat perubahan tekanan dan suhu yang tinggi dalam kerak bumi tanpa perubahan pada komposisi kimia.

Tipe metamorfisme
  1. Metamorfisme sentuh atau termal : metamorfisme yang terjadi akibat intrusi magma atau ekstrusi lava. Perubahan yang terjadi akibat temparatur yang tinggi.
  2. Metamorfisme regional : motamorfisme yang terjadi pada daerah yang luas akibat pembentukan pegunungan atau orogenesa.Batuan yang termetamorfisme diakibatkan terutama oleh keanaikan tekanan dan temperatur yang sedang.
  3. Metamorfisme dinamik : metamorfisme yang terjadi pada daerah yang mengalami dislokasi intensif, biasanya berdaerah sempit, misal akibat patahan.

Komposist mineral
Mineral pada batuan,metamorf dapat dikelompokkan dalam dua macam yaitu :
  1. Mineral yang tahan terhadap proses metamorfisme.
  2. Mineral baru yang terbentuk selama atau akibat proses metamorfisme.
Sebagai contoh, kwarsa adalah mineral yang sangat stabil, sehingga mampu bertahan terhadap prioses, metamorfisme (kondisi baru) dan oleh sebab itu kwarsa hadir dalam batuan metamorf. Dilain hal mineral lempung akan berubah menjadi mineral lain selama proses metamorfisme sesuai dengan kondisinya yang baru.  

Tekstur
Tekstur dalam batuan metamorf menyangkut mangenai rekristalisasi dari mineral yang sangat dipengaruhi oleh temperatur yang terjadi saat metamorfisme. Tekstur dalam batuan metamorf dibedakan atas dua macam :
  1. Kristaloblastik, yaitu mineral‑mireral batuan asal sudah mengalami kristalisasi kembali seluruhnya pada waktu terjadi metamorfisme.
  2. Relict texture atau tekstur sisa, yaitu tekstur batuan metamorf yang masih menunjukkan tekstur batuan asalnya. Penamaanya biasanya, diawali dengan blasto, misalnya blastoporfiritik.
Tekstur dalam batuan metamorf akan dicerminkan oleh ukuran dan bentuk butir penyusun.

Struktur
Struktur batuan metamorf merupakan hubungan antar butir‑butir penyusun dalam batuan metamorf. Struktur dalam batuan metamorf dibedakan menjadi dua macam, yaitu struktur foliasi dan nonfoliasi.

  1. Struktur foliasi, yaitu struktur batuan metamorf yang disebabkan oleh adanya penjajaran mineral‑mineral penyusun batuan. Dibedakan lagi menjadi :
  • a. Slaty cleavage, yaitu kenampakan (kesejajaran) pada batuan metamorf yang berbutir halus ditunjukkan oleh kehadiran bidang‑bidang belah yang sangat rapat. Keteraturan bidang‑bidang belah tersebut merupakan percerminan susunan mineral‑mineral yang sangat halus. Nama batuannya disebut slate (batu sabak).
•b.      Phyllitic,  yaitu struktur yang hampir sama dengan slaty cleavage, tapi tingkatannya lebih tinggi, ditunjukkan oleh kahadiran kilap sutra yang disebabkan olehh kehadiran mika yang sangat halus. Nama batunnya disebut phillit  (filit).
•c.       Schistosic, yaitu struktur foliasi yang disebabkan oleh penjajaran mineral‑mineral pipih. Kenampakan belahannya lebih jelas dari filit sehingga lebih mudah dibelah. Nama batuannya disebut sekis.
•d.      Gneissic, yaitu struktur foliasi yang diperlihatkan, oleh penjajaran mineral‑mineral.granular atau berbutir kasar, umumnya berupa kwarsa dan feldspar. Struktur ini seringkali memperlihatkan belahan‑belahan tidak rata (perlapisan mineral membentuk jalur yang putus‑putus). Nama batuannya disebut gneis (genis).
  1. Struktur Nonfoliasi, yaitu struktur batuan metamorf yang dicirikan dengan tidak adanya penjajaran mineral-mineral yang ada dalam batuan metamorf tersebut. Dibedakan lagi menjadi :
  • a. Hornfelsik (hornfels), yaitu struktur batuan motamorf dimana butlr‑butirnya equidimensional dan tidak menunjukkan pengarahan atau orientasi. Nama batuannya disebut hornfels.
  • b. Kataklastik, yaitu struktur yang terdiri dari pecahan ‑pecahan atau fragmen‑fragmen batuan atau mineral. Kelompok batuan/ mineral tersebut tidak menunjukkan arah. Misalnya breksi patahan yang biasanya dijumpai pada zona‑zona patahan atau sesar.
•c.       Milonitik, struktur hampir sama dengan kataklastik, tetapi butirannya lebih halus dan dapat dibelah‑belah seperti schistose. Struktur milonitik ini disebabkan oleh sesar yang sangat kuat, sehingga fragmennya lebih halus dan biasanya menunjukkan foliasi.


Penamaan Batuan Metamorf
Penamaan batuan metamorf didasarkan atas susunan mineral atau strukturnya (untuk yang foliasi) dan diberi keterangan‑komposisi mineralnya. Misalnya  sekis mika garnetan. Untuk batuan yang berstruktur nonfoliasi didasarkan atas komposisinya, untuk komposisi tertentu mempunyai nama tertentu.