Kamis, 08 September 2011

Tugas 1: Dua Tahun di SMA Labschool Kebayoran


oleh: Rizkiawan Fauzan XII IPA 1
   
    Setelah penantian yang sekian lama, akhirnya pada tahun 2009 saya diterima menjadi peserta didik di SMA Labschool Kebayoran. Perjuangan yang saya alami untuk dapat menjadi murid SMA Labschool Kebayoran tidaklah semudah membalikan tangan. Hal ini dikarenakan banyaknya peserta dari sekolah-sekolah di luar sana yang ingin belajar di SMA ini. Walaupun pada akhirnya, pada proses seleksi calon peserta didik saya terbantukan dengan adanya sistem penerimaan siswa melalui jalur khusus yang diadakan oleh SMP saya yaitu SMP Labschool Kebayoran, sehingga kemungkinan untuk diterima di SMA Labschool menjadi lebih besar. Akhirnya pada saat yang ditunggu-tunggu yaitu pada saat pengumuman, saya terpilih menjadi siswa di SMA Labschool Kebayoran.
     Memulai sekolah di jenjang pendidikan baru seperti memulai untuk menulis lembaran kertas putih. Karena pada saat ini kita akan bertemu siswa-siswi dari sekolah lain yang tidak kita kenal sebelumnya, dan juga pada saat ini pula adalah saatnya kita untuk mencetak prestasi sebanyak-banyaknya. Pengalaman saya di SMA Labschool kebayoran dimulai pada saat saya dan rekan-rekan saya sesama murid SMA Labschool kebayoran menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS adalah serangkaian acara yang diadakan oleh kakak OSIS yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada kita tentang budaya, kebiasaan, dan tata tertib yang berlaku di SMA Labsky. Budaya, tata tertib dan kebiasaan di SMA Labschool tidak jauh berbeda dengan di SMP Labschool. Oleh karena itu, saya dan mungkin teman-teman saya yang berasal dari SMP Labschool kebayoran tidak teralu asing dengan budaya, peraturan, dan kebiasaan yang berlaku di SMA sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan diri. Pada hari terakhir MOS, siswa SMA Labschool angkatan 9 dibagi menjadi 5 kelas yaitu kelas 10 A hingga 10 E dan pada pembagian kelas tersebut saya ditempatkan di kelas 10 D. Pada awalnya di kelas 10 D kami masih jarang berkomunikasi dengan sesama teman kelas, tetapi lama kelamaan kami pun mulai bercanda gurau. Setelah kegiatan MOS, saya dan teman-teman angkatan 9 mengikuti kegiatan sekolah berikutnya yaitu PILAR. PILAR adalah suatu kegiatan semacam pesantren kilat yang diadakan pada saat bulan Ramadhan. Menurut saya kegiatan PILAR sunggu mengasyikkan karena di acara ini kami dididik agar mempunyai akhlak yang baik dan juga membangun kekompakkan angkatan melalui kegiatan seperti buka puasa bersama, sahur bersama, tadarus bersama, dll. Program sekolah lainya yang terdapat selama saya di kelas 10 adalah kegiatan Trip Observasi (TO). Trip observasi adalah kegiatan sekolah yang diadakan di desa selama 5 hari. Selama 5 hari tersebut saya dan teman-teman saya menginap di rumah warga desa Pasir Muncang, Purwakarta dan belajar untuk hidup sesuai dengan budaya/adat yang berlaku di desa tersebut. Sebelum kami mengikuti kegiatan TO, di sekolah diadakan kegiatan Pra-TO. Kegiatan Pra-TO adalah kegiatan semacam sosialisasi dan juga persiapan untuk kegiatan TO. Pada kegiatan Pra-TO dipilihlah tiga ketua angkatan dan juga mendapatkan nama angkatan dengan nama Nawa Drastha Sandyadira. Pada kegiatan Trip Observasi saya bergabung dengan kelompok yang kooperatif dan saling tenggang rasa antara sesama anggota kelompok, yaitu kelompok 11 yang diberi nama kelompok batu nga-nga. Trip Observasi terdiri dari serangkaian kegiatan yang seru dan mendidik, seperi kegiatan membajak sawah, menjelajah hutan di kaki gunung, ikut orang tua tempat kita menginap bekerja, penelitian, api unggun, dan bahkan acara dangdut dengan siswa-siswi dari antar kelompok dan juga dengan warga desa tersebut. Pada tahun 2010, kami melaksanakan program studi lapangan ke Bandung selama 2 hari. Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan selama studi lapangan antara lain seperti mengunjungi museum geologi, malam keakraban yang diadakan pada saat makan malam, mengunjungi pabrik-pabrik, dan juga yang paling saya senangi adalah pada saat kami mengunjungi taman wisata ciater tapi sayangnya pada saat itu wahana di taman wisata ciater belum seluruhnya terbuka. Kegiatan sekolah yang berikutnya adalah kegiatan LAPINSI. LAPINSI adalah kegiatan yang tidak wajib dan hanya ditujukan untuk siswa-siswi yang berminat untuk menjadi pengurus OSIS. Pada awalnya saya sempat terpikir untuk menjadi OSIS pada saat itu, oleh karena itu saya mengikuti kegiatan LAPINSI. Pada kegiatan ini saya dilatih tentang kepemimpinan dan juga tetang bagaimana untuk berpartisipasi dalam suatu organisasi. Tetapi, pada hari terakhir LAPINSI saya memutuskan untuk tidak ingin menjadi pengurus OSIS, dengan itu pula saya memutuskan untuk tidak mengikuti TPO (Tes Potensi Organisasi) yaitu serangkaian tes seleksi lanjutan bagi siswa-siswi yang berminat untuk menjadi pengurus OSIS.  Kegiatan sekolah terakhir yang dilaksanakan pada kelas 10 adalah kegiatan BINTAMA. BINTAMA adalah kegiatan wajib sekolah yang harus dilakukan oleh setiap siswa-siswi SMA Labschool Kebayoran setelah kegiatan MOS, PILAR, TO dan juga studi lapangan. Pada saat BINTAMA saya dan teman-teman angkatan Nawa Drasatha Sandyadira dilatih selama 5 hari di Serang yang merupakan markas Grup-1 KOPASUS. Bedasarkan pengalaman saya setelah mengalami pelatihan BIMENSI pada saat saya berada di SMP Labschool Kebayoran yang pada saat itu dilatih oleh marinir di Cilandak. Saya sangat takut dan juga tegang untuk mengikuti kegiatan ini. Tetapi setelah menjalani kegiatan BINTAMA ternyata tidak teralu mencekam seperti yang saya bayangkan. Pada pelatihan BINTAMA kali ini cenderung santai tetapi target yang ingin dicapai dalam pelatihan ini menurut sudut pandang saya sudah tercapai. Seperti melatih keberanian siswa yang tercapai melalui kegiatan outbound (flying fox dan rappelling), jurit malam, dan survival; pelatihan kedisiplinan yang tercapai melalui kegiatan baris berbaris, makan setelah aba-aba; dan membangun kebersamaan melalui kegiatan tidur di barak dan karaoke bersama. Menurut saya BINTAMA dan TO adalah kegiatan yang tak akan pernah saya lupakan selama saya di SMA Labschool Kebayoran.

  
XD
 
    Setelah satu tahun belajar dan bermain dengan teman-teman yang sebelumnya belum saya kenal hinggal menjadi teman satu angkatan, akhirnya masuklah saya ke tahun kedua yaitu ke kelas sebelas. Di SMA Labschool Kebayoran adalah tahun yang paling santai, karena pada tahun ini semua program kegiatan sekolah sudah terlaksana pada kelas 10 sehingga pada tahun ini satu-satunya program kegiatan sekolah hanyalah studi lapangan saja. Pada tahun ini Alhamdulillah saya masuk ke kelas IPA,tepatnya di XI IPA 1 sama seperti yang saya inginkan. Selama saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran saat  berada di kelas XI IPA 1 adalah pengalaman 1 tahun yang paling menyenangkan buat saya. Teman-teman saya di kelas 11 IPA 1 ini sungguh mengasyikan dan seru. Setiap hari selalu dipenuhi dengan canda tawa dengan teman-teman. Program sekolah yang pertama yang terdapat di kelas 11 adalah program studi lapangan. Studi lapangan kali ini bertempat di Jogja, dimana pada studi lapangan ini kami mengunjungi ke pabrik-pabrik antara lain pabrik pembuat obat-obatan herbal air mancur dan juga pabrik tekstil yang membuat pakaian seragam untuk militer baik di dalam maupun di luar negeri. Pada pabrik air mancur, kami diberi pengarahan dan juga pengetahuan umum tentang pembuatan berbagai macam obat-obatan herbal. Sedangkan pada pabrik tekstil, kami diperkenalkan dengan berbagai macam seragam militer di seluruh dunia. Lalu tempat yang kami kunjungi selanjutnya di Jogja adalah Akademi Angkatan Udara (AAU). Di tempat ini kami diberi pemahaman tentang peralatan-peralatan yang dipergunakan oleh angkatan udara dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI. Tempat berikutnya yang kami kunjungi selama studi lapangan di Jogja adalah Universitas Gajah Mada (UGM). Di UGM kami diberi bekal berupa pemahaman tentang berbagai macam jurusan dalam kuliah nanti. Jurusan tersebut antara lain adalah ekonomi dan kedokteran. Saat kunjungan ke UGM saya memilih untuk diberi pemahaman tentang jurusan kedokteran. Tempat terakhir yang kami kunjungi selama studi lapangan di Jogja adalah candi Prambanan. Kunjungan ke candi Prambanan adalah kunjungan yang paling menyenangkan menurut saya, karena pada saat ini kami diberi waktu bebas untuk mengelilingi candi prambanan dan juga berfoto-foto dengan teman-teman di depan candi. Hal tersebut merupakan hal yang sangat menyenangkan, bahkan sampai sekarang saya terkadang dapat mengingat keadaan pada saat kami di candi Prambanan. Pada saat di kelas 11 ini saya mengikuti program kerja osis yaitu program Hunting On the Trip. Acara ini berupa hunting foto yang diadakan di Tasikmalaya. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 7-8 jam, tetapi perjalanan yang lama tersebut tidak terasa karena selama perjalanan dipenuhi dengan canda gurau dengan teman-teman di dalam bus. Objek yang menjadi tempat hunting foto di Tasikmalaya sangatlah indah dan alami, objek hunting  tersebut antara lain adalah Kampung Naga dan juga telaga. Pengalaman lainya yang saya alami selama saya berada di kelas XI IPA 1 adalah pada saat saya dipilih untuk mewakili sekolah untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang kimia. Sebelum mengikuti OSN lomba akademis pertama yang saya ikuti  di kelas 11 adalah lomba olimpiade sains di SMA Al-Azhar Pusat 1. Pada olimpiade ini mata pelajaran yang dilombakan adalah mata pelajaran IPA dan IPS. Alhamdulillah, pada lomba ini saya menempati peringkat 5. Beberapa bulan berikutnya saya dan teman-teman saya diminta sekolah untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat kotamadya Jakarta Selatan. Pada OSN kali ini SMA Labschool Kebayoran mengikutsertakan perwakilanya dalam bidang biologi, fisika, kimia, ekonomi, dan astronomi. Saya dan dua teman saya dari kelas akselerasi dipilih untuk menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti OSN di bidang kimia. Seleksi pertama pada OSN kali ini diadakan di SMAN 34, peserta yang mengikuti seleksi ini dari sekolah lain pun ikut hadir disini. Pada awalnya saya sangat gugup untuk menjalani proses seleksinya, mengingat kurangnya persiapan saya pada olimpiade kali ini. Pada saat pengumuman, Alhamdulillah saya dan 25 teman-teman saya dari sekolah lain terpilih untuk mewakili Jakarta Selatan pada OSN tahun ini. Tetapi sayangnya saya gugur pada tahap seleksi tingkat provinsi. Tetapi saya bangga sudah terpilih untuk mewakili SMA Labschool Kebayoran dalam lomba antar sekolah.

11 IPA 1
Kunjungan ke Candi Prambanan



Lari pagi terakhir 11 IPA 1
Perpisahan 11 IPA 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar